Why I Hate Myself?
Saya sering sekali merasa membenci diri saya sendiri. Biasanya saya rasakan saat saya mengucapkan kata-kata yang salah pada saat yang tidak tepat, saat membuat orang lain kecewa/marah, dan saat saya melakukan kebodohan.
Kadang perasaan ini mendorong ke arah positif yaitu termotivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan mau memperbaiki kesalahan. Tapi kadang justru sebaliknya, ke arah yang negatif yaitu merasa tidak berguna dan lemah yang akhirnya menghantui diri sendiri. Perasaan seperti ini tidak seharusnya disimpan karena justru dapat menghancurkan diri sendiri.
Saya telah menemukan sebab-sebab seseorang membenci dirinya sendiri dan bagaimana cara menghadapinya.
- Penolakan. Penolakan sering terjadi dalam hidup kita. Entah itu penolakan dari lawan jenis maupun penolakan atas hasil karya kita. Tetapi kita harus merasa bahwa penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Ada saatnya kita mengevaluasi diri kita sendiri dan menjadikan penolakan untuk berusaha menjadi lebih maju.
- Cinta dan penerimaan. Setiap orang pasti ingin dicintai dan diterima oleh orang lain. Tetapi saat hal itu tidak terjadi, kita sering menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab kegagalan. Berpikirlah, bahwa tidak semua orang harus mencintai dan menerima diri kita. Tetaplah menjadi diri sendiri dan akan kita temukan (cepat atau lambat) cinta dan penerimaan atas diri kita.
- Melakukan kesalahan. Orang lain akan lebih mudah menunjuk kesalahan kita daripada memberikan penghargaan atas apa yang telah kita lakukan. Jadi, jangan sampai kesalahan menghantui kita. Setiap orang lazim melakukan dan mengulang kesalahan. All we need to do is learn from it and move on.

Comments
Post a Comment